RSS

Membuka Facebook Yang Kena Hack

Penasaran gimana caranya,Mau..!!?
oke saya akan beritahu caranya,atau teman² masih sulit untuk mengerti silahkan inbox saya di facebook..

Janker Dwells Fitzsimmons

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 14, 2013 in Biografi

 

Terbunuh Sepi


Saya percaya hidup itu berjalan maju. Kalau andaikata bisa mundur, mungkin saya sudah kembali ke dalam rahim Ibu dan menikmati kehangatan uterus itu. Tapi toh kenyataannya tidak demikian. Saya masih maju, meski dengan gerakan slow motion. Terus terang begitu banyak kekecewaan yang telah saya temui dalam hidup. Hidup itu tidak adil, tidak memihak pada yang jujur, tidak setia pada yang benar…bla…bla…bla. Semua tentang hidup cukup mengecewakan. Dan seandainya ada reversal, saya ingin sekali kembali ke dalam rahim itu. Ketika hidup berarti berbaring tenang dalam kehangatan, makan dari darah Bunda, tidak perlu repot memikirkan apa yang harus dikerjakan besok, apa yang harus dimakan, bagaimana cara membayar rumah kontrakan, bagaimana cara pergi kerja dan semua tetek bengek lainnya yang sepertinya sepele tapi justru sangat essential.

Hidup yang saya tahu cukup jauh dari dewi fortuna. Contoh kecil saja. Saya nyaris tidak pernah betul-betul mengenal cinta. Sekalinya jatuh cinta, malah mengalami rasa sakit teramat sangat yang masih belum tersembuhkan oleh waktu sampai saya ingin sekali membunuh waktu. Lainnya, saya jauh dari yang namanya keberhasilan dari hidup yang mapan. Sampai saat ini saya hanya seorang pengelana yang masih tersesat tanpa peta apalagi kompas. Hanya mengandalkan kedua pasang kaki untuk melangkah setapak demi setapak tanpa jelas tujuan mana yang akan saya datangi. Hidup saya hanya sebuah adegan film bisu dalam slow motion. Tidak ada satu petunjuk sama sekali. Semua tampak blurry dan gelap. Tidak ada secercah cahaya pun. Tidak ada lilin apalagi terik matahari seperti di luar sana. Saya hidup dalam sebuah kotak kecil dimana ke kanan atau ke kiri saya akan terbentur tembok. Bahkan ke atas tidak akan ada langit biru yang menyejukkan. Ke bawah pun pijakan saya terbuat dari besi baja yang tidak dapat diruntuhkan, meski telah melompat-lompat bersemangat beribu kali.

Saya terjebak antara begitu banyak keinginan untuk maju tapi tidak mampu. Kata orang, semua pasti akan baik-baik saja pada saatnya. Tapi ah….orang tahu apa?! Toh banyak orang juga berada dalam posisi saya, dengan kadar kekecewaan yang berbeda-beda. Beberapa diantara mereka memilih mengambil jalan pintas dengan menelan berbutir-butir ecstasy untuk menenggelamkan rasa mereka dalam alunan musik trance atau techno. Beberapa lagi menelan berbutir-butir pil lainnya yang jauh lebih dashyat efeknya, mematikan aktivitas jantung seketika. Yang lainnya memilih cara yang lebih konvensional. Menggunakan gunting, silet atau pisau atau sejenis benda tajam lainnya. Menggoreskan alat itu di pergelangan tangan dan membiarkan darah menyembur keluar sampai kemudian tubuh mereka kering dan membiru. Sebagian lain yang tampaknya lebih berada memilih untuk menggunakan pistol yang biasanya tersimpan rapih dan aman di laci lemari. Biasanya untuk perlindungan saja. Yah…mereka pun menganggapnya sebagai perlindungan juga. Perlindungan dari rasa sakit yang berlebihan yang disebabkan oleh keadaan bernafas dan hidup.

Saya adalah seseorang yang terjebak diantara begitu banyak pilihan alat itu. Seandainya saya punya cukup keberanian untuk menyayat nadi dengan silet. Tapi saya selalu mempunyai semacam phobia dengan benda tajam. Lalu bagaimana bisa? Atau saya bisa nenelan berbutir-butir pil mematikan? Tapi rasanya juga tidak mungkin karena saya tidak bisa menelan pil. Semua pil dari dokter yang menjadi obat ketika saya diserang sakit biasanya harus saya hancurkan dalam air. Saya ubah menjadi bubuk lalu baru saya minum. Terus dengan apa? Saya tidak cukup kaya untuk membeli pistol. Dan tentunya alat yang satu itu tidak akan pernah bisa saya gunakan. Melihatnya dalam film-film action saja, saya sudah bergidik. Saya tidak pernah suka film action. Dan sekarang katakan, dengan apa sebaiknya saya mematikan rasa ini?

Kata orang lagi, jatuh cinta lah sebanyak-banyaknya. Too much love will kill you. Ah…lagi-lagi statement yang tidak bertanggung jawab. Mana mungkin jatuh cinta dapat membunuh. Mungkin hanya membuat segala rasa mati suri, tapi tidak cukup kuat untuk mematikan aktivitas jantung seketika, menutup mata dari segala realita yang ditawarkan hidup yang menyedihkan ini. Begitu banyak khayalan manusia berharap dapat memperbaiki kesalahan masa lalu yang kabarnya menjadi penyebab dari kejadian dalam hidup mereka di masa kini. Hukum karma. What you did is what you’ll get. Tapi kesalahan besar atau dosa besar apakah yang akhirnya membuat seseorang dapat begitu terbuang dalam hidupnya? Dapat begitu jauh dari pelukan dewi fortuna yang kabarnya murah hati dan dekat dengan siapa saja? Jangan bicara agama, karena saya percaya agama tidak lebih dari sebuah konsep untuk menghormati alam, leluhur dan nilai-nilai kebaikan yang mampu menuntun hidup ke arah yang lebih baik. Toh, dimanakah tangan Tuhan ketika bom meledak di Bali dan menewaskan ratusan orang? Meski mungkin mereka tidak bisa dibilang tidak berdosa. Dimana tangan Tuhan ketika bumi berguncang di Aceh dan air laut menggulung daratan dengan dashyatnya? Padahal orang-orang disana adalah kaum yang taat bahkan menyembah-Nya lebih dari 5 kali dalam sehari.

Saya tidak percaya pada kehidupan. Apalagi kehidupan abadi yang kabarnya akan didapatkan ketika kita berhasil menyeberangi titian rambut dibelah tujuh itu. Semua itu semacam khayalan berlebihan yang dibuat-buat manusia untuk mengobati luka mereka. Semuanya hanya ada di film ‘Highlander’ saja, tentang seorang manusia abadi asal daratan tinggi Skotlandia yang terus menerus diburu sesamanya. Bilamana tiba waktunya nanti, saya ingin memiliki keberanian untuk mengakhiri semua ini. Dengan apapun alat atau medianya. Saya ingin memiliki keberanian itu. Dan menyaksikan seluruh hidup saya berkilas balik dalam detik-detik terakhir saya merasakan roh saya keluar dari dalam tubuh dan meninggalkan dingin. Karena hidup sudah tidak memberikan makna, sudah tidak memberikan tujuan dan rasa yang saya cari lagi. Karena hidup sudah tidak memuaskan saya. Karena hidup tidak seperti yang saya bayangkan ketika bermukim dalam rahim. Lagi…karena saya tidak mencintai hidup seperti sebelumnya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 5, 2012 in Biografi

 

Kembali Ke Masa Lalu

Kembali Ke Masa Lalu
Iwan Fals

Aku ingin kembali ke masa lalu
Berjalan dari warung ke warung
Berjalan dari rumah ke rumah
Berada disetiap tempat sampah
Begadang, main gitar, mabuk, nyanyi
Setelah itu bercanda dengan para pelacur

Aku ingin kembali ke masa lalu
Ke masa kesalahan menjadi kebanggaan
Waktu itu aku bebas aku lepas
Aku bisa teriak sekeras aku suka
Aku bisa menangis secengeng aku mau
Langkahku ringan rasanya terbang

Aku paling suka mencari perhatian
Segala cara aku lakukan
Tak ada beban tak ada dosa
Tak ada yang aku risaukan
Paling paling hanya hari depan
Dan dituduh P K I

Aku ingin kembali kemasa lalu
Ke masa penuh cita-cita
Ke masa penuh keberanian
Berani mengambil keputusan
Berani bolos sekolah
Berani melawan orang tua dan guru

Aku ingin kembali kemasa lalu
Aku ingin kembali kemasa lalu
Aku ingin kembali kemasa lalu
Aku ingin kembali kemasa lalu

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 5, 2012 in Biografi

 

Berjuang Demi Cinta?

Tuhan,

Mengapa Kau membuatku bisa jatuh cinta?

Aku sakit disini!

Aku muak!

Tubuhku semakin ringkih karena rasa ini terus menderaku tanpa ampun!

Tuhan,

Aku lemah.

Rasa ini adalah awal kesengsaraanku.

Aku terlalu lemah untuk keluar dari semua ini.

Tuhan,

Aku jatuh bangun berjuang atas nama cinta.

Aku bahkan tidak punya tameng untuk melindungi diri dari serangannya.

Aku ambruk!

Aku hancur!

Namun Engkau seakan tetap menginginkan aku berdiri di garis depan untuk berjuang!

Tuhan,

Aku terlalu sakit untuk mengerti arti perjuangan yang aku lakukan.

Aku terlalu sibuk berjuang untuk mengerti mengapa aku Kau tempatkan di garis ini.

Aku terlalu berdarah untuk mengetahui bersama siapa aku berjuang.

Dan apakah dia benar-benar ikut berjuang?

Tuhan,

Aku tidak kenal dia!

Siapa dia, Tuhan?!

Kenapa seakan dia begitu teramat egois?!

Tak peduli seberapa luka yang aku dapatkan.

Tak juga melindungi aku dari serangan yang sadis.

Sedang aku?

Diantara perihnya luka-luka ini aku masih selalu melindungi dia!

Tuhan,

Dia cuma menatapku iba.

Aku tak butuh tatapan itu!

Tuhan,

Bawalah aku menjauh dari dia!

Aku sungguh tak mengenalinya!

Aku tidak ingin berada disini!

Sekarang dan selamanya!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 27, 2012 in Biografi

 

Surat Dari Padang (Baca Humor)

(Berikut ini juga salah satu track yang terdapat dalam album ‘ Yang Muda Yang Bercanda II – 1980’, dimana dalam album tersebut berisi lagu-lagu humor yang antara lain dibawakan Iwan Fals sebelum dia terkenal dan baca humor yang semuanya tampil dalam format live. Isi teks dibawah ini disalin persis seperti yang ada didalam rekaman aslinya dan tidak ditambah maupun dikurangi satupun. Apabila ada kata-kata yang tidak berkenan kami mohon maaf. Pengelola site ini tidak memiliki maksud apapun, hanya sekedar berbagi kepada kawan-kawan penggemar Iwan Fals, terima kasih. Selamat membaca dan selamat ngakak…!)
Surat Dari Padang (Baca Humor)
Oleh : Otong Lenon ( Album Yang Muda Yang Bercanda II 1980 )

Padang, 10 Januari 1980

Menjumpai ananda Otong si Malin Rancakbana di Jakarta

Ananda tercinta,
Mudah-mudahan kau sehat-sehat ditemui surat bapak ini, yang bapak kirim via pos dengan perangko kilat khusus tiga ratus lima puluh rupiah. Lebih mahal dari perangko kilat menyambar. Tapi nggak papa, bapak baru terima gaji ke-empat belas.

Demi kesehatanmu bapak anjurkan rajin-rajinlah push up di ‘steambath’. Tapi jangan terlalu sering, cukup tiga kali seminggu. Kalau terlalu sering nanti kamu bisa terserang kanker dengkul. Sayangilah dengkulmu selagi muda sebab dengkul adalah modal utama untuk bisnis.

Mudah-mudahan pula sampai saat ini kau masih tetap anak bapak. Kalau kau sudah tidak mengakui lagi, yah itupun masih wajar. Sebab konstruksi tubuhmu itu dulunya dikerjakan oleh teman bapak yang sekantor. Kau jangan berkecil hati, walau dirimu itu hasil karya orang lain, toh masih bapak yang meng-editnya.

Bukan berarti bapak tidak mau mengerjakannya. Kau kan tahu sendiri, bapak orangnya boros. Daripada bahan baku habis bangunan tidak selesai, kan lebih baik diupahin sama orang lain. Ini juga berarti pemerataan kesempatan kerja.

Oh iya, membaca suratmu yang terakhir kemarin, bapak juga merasa bangga. Rupanya kau sudah mulai berdiri diatas kaki sendiri. Berarti setelah lima tahun kuliah kau sudah tahu apa fungsinya kaki. Mudah-mudahan setelah dapat sarjana nanti, kau akan tahu apa fungsinya tangan, hidung, bibir, paha dan selah-selahnya.

Nah, oleh sebab itu kiriman bapak tiga juta setiap bulan sekarang bapak stop dulu. Sebagai gantinya bapak kirimkan tiga rim kertas folio yang berisi tanda tangan bapak. Nah gunakanlah untuk kesejahteraanmu.

Jangan malu-malu nak, ‘acuh bae-bae’ saja dengan omongan orang lain. Kan ada pepatah mengatakan “Anjing menggonggong si kafir tetap berlalu”. Nah, anggap saja orang-orang yang ngomong itu anjing dan kamu sebagai si kafirnya.

Bukan berarti bapak menyuruh kamu jadi kafiran. Pada zaman merdeka ini kau juga boleh pilih diantara dua itu, mau jadi anjing atau mau jadi kafir.

Menurut bapak lebih baik jadi si kafir. Sebab kalau jadi anjing, nanti kau diculik mereka-mereka itu. Jangan kau lewat-lewat Grogol bahaya kau nanti, bisa-bisa kau disate sama mereka-mereka itu.

Minggu kemarin juga kami di kampung melihat fotomu dan kawan-kawanmu terpampang disebuah koran. Kalian sedang duduk-duduk di teras gedung DPR. Kami kira kau pindah indekos kesana.

Tahu-tahunya kau ikut-ikut begituan ya, nakal kamu ya. Hati-hati nak nanti kamu ketangkep. Belajar saja biar cepat dapat titel, manut-manut saja nak dengan segala peraturan.

Nanti setelah tamat kuliah cari kedudukan cari harta yang banyak. Jangan pilih-pilih haram atau halal nanti kamu nggak kebagian. Sekarang ini saja yang haram tinggal sedikit, apalagi yang halal. Camkan ya nasehat bapak ini.

Sudah cukup disini, akhir kata bapak ucapkan amit-amit jabang bayi.

Sekian bapakmu
Si Malin Kundang

Nb:
Jangan gelisah tentang bapak digosipkan dengan seorang peragawati itu. Semua itu memang benar bapak akan kawin dengan dia. Beruntunglah kamu dapat ibu cakep, entar kan bisa gantian. Jangan percaya tentang dongeng ibu tiri nak. Sekejam-kejam ibu tiri masih lebih kejam ibu kota.
(Komentar pengelola : Teks diatas dibacakan sekitar 27 tahun yang lalu. Kalau kita amati kondisi seperti yang diceritakan diatas ternyata masih banyak terjadi di masa sekarang. Setelah puluhan tahun ternyata kondisi semacam itu tidak banyak berubah)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 25, 2012 in Biografi

 

Kisah

Suatu ketika sepasang suami istri terjebak dalam kemacetan di jalanan raya. Sambil menggerutu di dalam sedan Mercy kesayangannya, sang istri memandangi sekeliling kota Jakarta yang makin hari makin bertambah megah. Pandangan matanya tiba-tiba tertuju pada seorang lelaki pemulung di pinggir jalan, dan dia-pun segera turun dari mobil Mercynya tanpa menghiraukan larangan suaminya yang khawatir akan terjadi apa-apa dengan istrinya. Dihampirinya lelaki pemulung di pinggir jalan tsb, dijabat tangannya dan diajaknya berbicara. Kelihatan dari raut mukanya kalau lelaki pemulung itu grogi dan bergegas meninggalkan pergi wanita di depannya. Sang istri itupun kembali masuk ke dalam mobil dan mobil itupun melanjutkan perjalanan. Di dalam mobil sang suami bertanya : “tadi itu siapa sih ma…? Papa kan khawatir kalau terjadi apa-apa sama mama” . Sang istri itupun menjawab kalau yang barusan ditemui, dijabat tangannya dan diajaknya berbicara adalah mantan pacarnya.
Sang suami itupun terkejut sambil berkata pada istrinya “Oh My God! Untung mama jadi istri papa, seorang pengusaha kaya yang serba berkecukupan…!”
lalu sang istri itupun membalas perkataan suaminya…” Pa…Andai aku menjadi istrinya, maka papa yang akan menjadi pemulungnya…

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada September 19, 2011 in Biografi

 

Sedikit (yang mungkin terlewatkan) tentang Iwan Fals

  1. Sebelum album ‘Sarjana Muda’ (1981), Iwan Fals sebenarnya sudah pernah rilis beberapa album. Tetapi sekarang tidak ada satupun yang bisa ditemukan di record store. Semuanya jadi collector item yang diburu para penggemar fanatiknya. Karya-karya yang musik dan liriknya sangat sederhana tersebar dibeberapa album yaitu ‘Yang Muda Yang Bercanda’, ‘Canda Dalam Nada’, ‘Canda Dalam Ronda’, ‘Perjalanan’ dan ‘Tiga Bulan’. Bisa dihitung hanya beberapa yang masih memiliki dan merawat album-album ini.

 

  1. Sebelumnya nama Iwan Fals memiliki ejaan yang berubah-ubah. Dalam beberapa album lamanya pernah memakai ejaan IWAN FALES, IWAN PALES, IWAN FALLS. Hingga akhirnya disederhanakan oleh pihak recording menjadi Iwan Fals saja. Pada album lamanya juga pernah dicantumkan nama asli (Virgiawan Listanto) sebagai pencipta lagu.

 

  1. Iwan Fals pernah membuat lagu berjudul ‘Anissa’ yang intinya bercerita tentang kelahiran putri keduanya (Anissa Cikal Rambu Bassae) dimana banyak peristiwa yang terjadi selama masih didalam kandungan. Sedianya lagu ini masuk dalam album ‘Aku Sayang Kamu’ pada tahun 1986. Namun tidak jadi dimasukkan dengan alasan pihak recording (Musica Studio) tidak mau mengambil resiko menampilkan lagu dengan lirik yang keras. Kalau kita baca sampul album ‘Aku Sayang Kamu’, pada bagian penata musik terdapat kata-kata Anissa namun lagu ini tidak pernah ada. Lagu ini sempat diputar di radio tetapi hanya sebentar. Beberapa fans fanatik beruntung bisa mendapat rekamannya dan menjadikan koleksi yang berharga.

 

  1. Lagu ‘Kemesraan’ adalah karya dari Franky dan Jhony Sahilatua yang pada awalnya dinyanyikan oleh duet legendaris Franky & Jane. Namun pada masa itu lagu ini tidak terlalu populer. Kemudian Iwan Fals ditawari untuk menyanyikan kembali bersama Titiek Hamzah. Lagi-lagi karya ini tidak terlalu dikenal. Baru kemudian pada tahun 1988 lagu ini dinyanyikan bersama-sama penyanyi lain yang tergabung dalam Musica Studio seperti Chrisye (alm), Rafika Duri, Betharia Sonata dan sebagainya dan menjadi lagu yang populer dan legendaris. Lagu Kemesraan versi terakhir ini adalah titik awal populernya lagu gaya ‘keroyokan’ di Indonesia yang saat itu memang sedang menjadi trend. Karya ini sampai sekarang menjadi lagu ‘wajib’ perkumpulan ibu-ibu atau acara seremonial lainnya.

 

  1. Iwan Fals pernah mengusulkan nama ‘Septiktank’ sebagai nama grup band yang akan dibentuk pada tahun 1989 bersama Jabo, Yockie, Naniel, Nanoe, Innisisri, Totok Tewel dan Tatas. Namun beberapa personil menolaknya sehingga dilakukan lotere. Dan terpilihlah nama ‘Swami’ yang merupakan usulan dari Jabo. Ini plesetan dari kata ‘suami’ karena mereka semua sudah beristri. Nama Swami dan Iwan Fals tidak bisa dilepaskan dan melahirkan single hits yang begitu fenomenal sepanjang masa yaitu lagu ‘Bento’.

 

  1. Pitat Haeng, sebuah nama yang mungkin asing ditelinga kita. Tapi tahukah anda, nama ini adalah nama samaran yang digunakan Iwan Fals. Nama ini dipakainya ketika menciptakan lagu yang cukup terkenal di era 90-an berjudul ‘Pak Tua’ untuk Elpamas sebuah grup musik, dan pernah digunakan ketika membantu album ‘Bukan Debu Jalanan’ (1991) milik Sawung Jabo. “Pitat Haeng itu bahasa slengnya Jogja untuk Iwan Fals. Pitat itu Iwan, Haeng itu Fals. Dia pake nama itu karena nggak mau orang lain membeli album saya karena ada namanya. Dia punya pikiran yang baek.”, kata Jabo. Iwan Fals suka membuat karya untuk orang lain dengan nama samaran. Dan kemungkinan masih ada beberapa nama yang belum pernah diketahui.

 

  1. Album ‘Cikal’ (1991) adalah salah satu album solo paling dahsyat dalam sejarah karir Iwan Fals. One of Iwan Fals’s loose albums. Terdapat sentuhan jazz dalam beberapa lagu seperti ‘Proyek 13’ dan ‘Cendrawasih’. Kemampuan Iwan Fals menulis lirik disini benar-benar mengagumkan. Album ini hanyalah sebagian dari kejeniusan seorang Iwan Fals. Ini adalah album dimana Iwan Fals menanggalkan bayang-bayang Bob Dylan, dan dia melakukan dengan sempurna.

 

  1. Album ‘Hijau’ adalah album Iwan Fals yang ‘melawan arus’. Namun album yang keluar pada tahun 1992 ini sangat istimewa, baik pengerjaan musik, lirik, maupun kisah dibalik prosesnya. Iwan Fals sempat akan membakar master album ini sebelum diproduksi. Alasannya Iwan Fals merasa tersinggung albumnya ditawar-tawar oleh dua produser dari Harpa Record dan Prosound yang bersaing ketat membeli master album ini. Setelah album ‘1910’ (1988), Iwan Fals tidak dikontrak lagi dengan Musica Studio. Akhirnya master album ini dibeli oleh Prosound seharga Rp.365 juta termasuk sampul yang dibuat Dik Doang dan video klip. Bayangkan nilai segitu pada 1992. Sayangnya album yang mengusung musik kontemporer berkualitas tinggi ini tidak terlalu laku. Bukan album yang mudah dikonsumsi telinga pendengar biasa. Dan lebih tepatnya bisa dibilang hanya yang mengerti musik yang bisa mengatakan album ini luar biasa.

 

  1. Iwan Fals hanya membutuhkan gitar akustik dan harmonika untuk menghasilkan sebuah album yang mengagumkan dan luar biasa. Pada album ‘Belum Ada Judul’ (1992) dia kembali ke gaya awal. Walaupun karya Iwan Fals di album ini mengingatkan kembali pada karya-karya Bob Dylan, terutama tiupan harmonikanya, tetap saja kalau bicara soal album akustik ini adalah karya Iwan Fals yang paling maksimal dari yang pernah ada. Album ini direkam secara live hanya selama 6 (enam) jam.

 

  1. Iwan Fals kembali mengusulkan nama nyeleneh untuk grup band barunya. Ia pernah mengusulkan nama ‘Duda’ untuk band yang formasinya tidak jauh beda dengan grup ‘Swami’ yang telah lama vakum. Namun usul itu ditolak, dan akhirnya sepakat menggunakan nama ‘Dalbo’ yang berarti anak genderuwo. Album ini meluncur pada tahun 1993.

 

  1. Album ‘Manusia Setengah Dewa’ (2004) adalah sebuah album akustik Iwan Fals yang mengingatkan kembali kepada album ‘Belum Ada Judul’ (1992). Album ini sempat mendapat protes karena tampilan gambar di covernya. Album ini dikerjakan secara live dan memakan waktu 2 (dua) bulan. Yang menarik disini adalah, setelah proses rekaman sudah final dan siap diproduksi, Iwan Fals baru sadar kalau dia lupa memainkan harmonika. Untuk mengulang lagi jelas memakan waktu, akhirnya album ini total hanya menampilkan permainan gitar akustik Iwan Fals.

 

  1. Kalau diperhatikan, beberapa tahun terakhir ini kita tidak pernah mengetahui apa merk gitar atau alat musik lainnya yang digunakan oleh Iwan Fals juga musisi pendukung dalam setiap konsernya. Semua merk atau logo baik yang ada di alat musik dan sound system selalu ditutupi atau dihilangkan. Hal yang sama juga berlaku pada background panggung yang bersih dari sponsor.

Sedikit informasi yang bisa digali dari sisi lain proses berkarya Iwan Fals. Apabila ada yang mau menambahkan silahkan.

Dikutip dari berbagai sumber.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 19, 2011 in Biografi, Iwan Fals